Langsung ke konten utama

terima kasih bijaksana

terima kasih wahai sang bijaksana

suatu sore di minggu desember
masih seperti biasa akutak lepas dari android kecilku dari genggaman
mengotak atiknya hingga jari dan mata ini lelah berair
mencari kesenangan dalam bayangan teknologi semu itu
aku mulai menyentuh icon pesan
mengayun jari untuk mengetik beberapa pesan
kumulai mencari nomor tujuan pesanku akan kuantar
085735******
kring pesan terkirim
dua tiga pesan kusampaikan dengan terus menunggu balasanmu
hingga pesan keempat kukirim
tiba-tiba android itu berbunyi
dengan sontak aku beranjak saat namamu yang tampil dilayar hitam itu
halo, jleb suara itu menghentak jantung ini
aliran darah serasa berhenti sejenak
setelah aturan nafas untuk kesekian kalinya
kumulai ucapan pertama dan tak sadar hingga sampai ucapan yang kesekian kalinya
dan semakin tak sadar saat semua wejangan dan alunan nasehat itu hanya tertuju untukku

terima kasih sang bijaksana
alunan nada suaramu telah mampu mengoyak diri ini
hingga sadar bahwa kau memang pantas dipuja



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Being A Gratefull Person

Aku mau cerita lebih pribadi kali ini di blog sendiri muehehehe. cerita tentang ketidak percayaan diri dan kurang bersyukur. widih gilak yak haha. Okay jadi begini aku lahir dengan nama ikko setyawati . sekilas kalau orang denger nama depan aku tanpa bertemu secara langsung pasti langsung memberi stigma kalau aku adalah seseorang berjenis kelamin laki-laki. iya apa gak? iya pasti kan? nah itulah yang aku alami dulu. pas jaman kecil mah masih biasa aja ya sama nama itu gak peduli-peduli amat. tapi semua beda pas udah masuk sekolah dasar. aku tinggal di desa yang sekolahnya juga gak gede-gede amat, dalam satu kelas muridnya cuma ada 17 anak itu juga sebelum pada pindah, seinget aku sampek akhir lulus itu sisanya cuma 12 siswa aja, dan mayoritas adalah anak perempuan. jaman ku SD temen-temen aku emang usil-usil sih. kalau mau ngejek gak nanggung-nanggung, pakek fisik, nama orang tua, sampek nama sendiri juga dibuat julukan aneh-aneh. tak terkecuali diriku yang kena juga masa-masa pe...

Day 2 Writing Challenge - Happy Mind, Happy Life

Yay I'm back in my second day of #30dayswritingchallenge. Kalian sehat kan hari ini? selamat menikmati sisa hari jumat dan menyambut weekend esok hari. Stay healty and happy ya. Sesuai nih sama tema kedua tentang Things that makes me happy . Ngomongin happy mikirnya gak bakal jauh dari ketawa dan idup enak tanpa khawatir gak punya uang, iya gak sih? Kalau soal ketawanya aku setuju tapi untuk punya uang sih relative. Aku termasuk orang yang receh, gampang banget ngetawain hal-hal yang bagi sebagian orang garing, jayus, atau apaan banget sih tapi aku bisa ngakak banget. Gak tahu kenapa bisa sih, makanya banyak yang bilang aku selalu terlihat ceria dan rame (lemme appreciate myself ya). Emang kalau dipikir bikin aku happy itu lumayan gampang, selama sesuatu itu ada unsur lawaknya aku bakal seneng dan aura happynya bisa awet lama. Semakin gede dengan tugas perkembangan yang semakin rumit banyak hal yang gampang banget bikin mood ambyar dan ngerasa loss energi banget. Pengalaman selama...

VIBRASI DAN SYUKUR

Pernah terpikir oleh kalian gak? sebenarnya apa yang sering kita alami dan terjadi di hidup kita ini karena apa? datangnya dari mana? dan kenapa polanya selalu sama. Pernah ngerasa gak kalau kok ya hidup gue susah mulu jarang senengnya. Kok ya mau sukses ada aja halangannya. Aku sering ngerasa gitu guys. Aku pernah diskusi sama salah satu dosen ku di kampus tentang hal seperti itu. Ada yang namanya "vibrasi" guys, yaitu getaran yang kita ciptakan sendiri yang tanpa sadar kita hadirkan dalam hidup kita, kita tarik secara sendiri. Segala hal yang sering kita alami, beban susah, rasa senang, kegagalan bahkan kekecewaan sejatinya itu diri kita sendiri yang menciptakan. Semua ada karena getaran yang gak kita sadari itu sehingga pola beban yang kita alami sebenarnya selalu sama. Ketika lagi down dan merasa paling kasihan di dunia yang sering kita lakukan pasti nyalahin segala hal di luar dari diri kita. Selalu merasa sangat menyesal berlebihan dan akhirnya muncul "sea...